Tinggalkan Anak Mandi di Kolam Air Terjun Babak Pelangi, Ditemukan Tewas di Dasar Kolam

by -10 views

Lombok Tengah, NTBWisata Air Terjun Babak Pelangi Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah memakan korban.

 

Kali ini seorang anak berusia 4,5 tahun atas nama Haris Athar ditemukan tewas tenggelam di Dasar Kolam, Sabtu (14/08/2021) pukul 16.30 Wita.

 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kapolsek Batukliang Utara, Iptu Sri Bagyo mengungkapkan, Haris Athar sebelumnya datang ke air terjun Babak Pelangi bersama ibunya Meti Nurhasanah (30) dan kakaknya korban Abdul Hafiz Maulana (10).

 

“Mereka kemudian mandi bersama di kolam air terjun, korban bersama ibunya sempat naik dari kolam karena merasa kedinginan dan sekaligus makan siang bersama,” ungkapnya.

 

Saat memasuki waktu asar, ibu korban hendak solat dan meninggalkan anaknya mandi di kolam bersama kakaknya Abdul Hafiz Maulana.

 

Setelah solat Asar, warga Dusun Pancor Dao Desa Aik Darek kecamatan Batukliang tersebut kaget tidak menemukan anaknya di sekitar kolam pemandian.

 

“Ibu korban bersama kakak korban berusaha melakukan pencarian, namun tidak kunjung bertemu,” katanya.

 

Setelah melakukan pencarian ke semua tempat, kakak korban kemudian memberitahukan ibunya bahwa adiknya Haris Athar berada di dasar kolam.

 

“Ibu korban sempat melompat ke kolam, berusaha menyelamatkan anaknya, namun karena sang ibu tidak bisa berenang, dia gagal mendapatkan anaknya yang sudah tenggelam di dasar kolam,” jelasnya.

 

Akhirnya tubuh korban kemudian berhasil dievakuasi oleh pengunjung lain, yang masih berada di sekitar air terjun.

 

“Langsung dibawa ke Pustu Desa Lantan untuk mendapatkan pertolongan, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelas Bagyo.

 

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 17.50 Wita, korban akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Pancor Dao 1 Desa Aik Darek.

 

Kemudian petugas Kepolsian bersama Puskesmas Aik Darek melakukan Visum kepada korban, hasilnya tidak menemukan adanya luka di tubuh korban.

 

“Telah dilakukan upaya mediasi, antara pihak keluarga korban dan pengelola wisata air Babak Pelangi Lantan, dan pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi,” katanya.

 

Menurutnya, pihak keluarga korban menganggap kejadian itu sebagai musibah yang diterima secara ikhlas.

“Pihak pengelola juga bersedia memberikan uang duka yang diminta tersebut dan meminta maaf atas kejadian yang dialami korban,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.