Hukrim  

Tenggelam Saat Menjaring Ikan, Polisi dan Warga Berupaya Melakukan Pencarian dan Membuahkan Hasil

PostNTB.com – Seorang Nelayan, warga Pengawisan Desa Sekotong barat kec. Sekotong kab. Lobar tenggelam saat menjaring ikan, Minggu (12/4).

Setelah dilakukan upaya pencarian, akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta SH., menuturkan bahwa berdasarkan Informasi Warga bahwa seorang warga pengawisan di duga Tenggelam di Perairan Ujung Pantai elak-elak Sekotong.

“Warga menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sekotong Barat bahwa di pantai Elak-elak ada korban tenggelam,” ungkapnya.

Personel Polsek Sekotong langsung melaksanakan pengecekan di lokasi tempat Korban di duga tenggelam, tepatnya di antara perairan ujung Pantai elak elak dengan Gili penyu dusun Pengawisan desa Sekotong barat.

Kapolsek mengatkan bahwa Korban di duga menjaring ikan di perairan ujung Pantai elak elak dengan Gili penyu dusun Pengawisan desa Sekotong barat.

“Korban pergi menjaring ikan bersama bersama saksi an. Amaq Saman,” imbuhnya.

Padahal sebelumnya saksi telah melarang Korban untuk memancing dilokasi tersebut,  namun Korban tidak mengindahkan larangan saksi.

“Korban tetap pergi menjaring ikan, korban tiba tiba langsung tenggelam, dan korban sempat melambaikan tangannya meminta pertolongan,” terangnya.

Melihat Korban melambaikan tangannya,  saksi panik bertemu dengan Kepala dusun menjut desa Kedaro Supriadi.

Kemudian Supriadi melakukan pencarian sendiri dengan menggunakan perahu, sampai ditengah sempat melihat korban yang sudah tenggelam dan hanyut di dalam air.

“Supriadi hanya bisa mengambil jaring korban karena tidak bisa berenang akhirnya kembali untuk meminta pertolongan kepada warga yang lebih banyak,” imbuhnya.

Polsek sekotong bersama warga masyarakat berupaya melakukan pencarian di lokasi itu,  dan setelah dilakukan pencarian menggunakan perahu akhirnya korban ditemukan.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dan korban dievakuasi ke puskesmas pelangan untuk di periksa,” ujarnya.

Setelah dilakukan visum terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada korban.

“Pihak Puskesmas pelangan menyerahkan jenazah kepada keluarga korban untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Kemudian jenazah korban di bawa ke rumah duka di Dusun Menjut Desa Kedaro menggunakan Ambulance puskesmas pelangan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam, dan berharap selalu diberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban ikhlas menerima dengan meninggalnya almarhum Amaq Munah, dan menolak untuk dilakukan Otopsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.