Binkam  

Penanganan Covid-19 di Lombok Barat, Gugus Tugas Covid-19 Ajak Tokoh Agama Untuk lakukan Ini

PostNTB.com – Bupati Lombok Barat beserta Gugus Tugas Covid-19 melakukan Sosialisaai Pencegahan Covid 19 bersama Tokoh Agama se – kabupaten Lombok Barat bertempat di Bencingah Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (6/5).

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, Ketua DPRD, Sekda Lombok Barat, Pimpinan Forkopimda, Dandim 1606 Lobar, Kapolres Lombok Barat, Waka Polresta Mataram, Kajari, Para Tokoh Agama/Tuan Guru, KNPI Lobar, Tim gugus tugas Covid – 19.

Diawali dengan pemaparan tim penangan covid 19 tentang perkembangan covid 19 di wilayah kab. Lobar.

Tim Penaganan Covid 19 Dr. Ahmad Fatoni memaparkan bahwa Kasus covid 19 untuk tingkat prov. Sudah mencapai 300 yang positif, urutan nasional NTB berada ke 7 dan untuk Kabupaten Lobar berjumlah 44 orang positif.

“Dari 10 kota di NTB, Kab Lobar berada di urutan no 2, sehingga Kab. Lobar sudah merupakan zona merah, termasuk semua Kabupaten yang ada di NTB sudah kena zona merah,” paparnya.

Dr. Fatoni menjelaskan bahwa yang paling menakutkan tentang virus corana yaitu penyebarannya yang sangat cepat.

“Sampai dengan hari belum ada obat covid 19, namun penceagahan dapat dilakukan dengan cara sosial distancing, pshychal distancing, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan serta makan makanan yang bergizi,” jelasnya.

Terkait keterbatasan Rumah sakit gerung, Dr. Fatoni mengharapkan bisa membantu pencegahan covid 19 khususnya di Kab Lobar.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, mengatakan sangat mengharapkan bantuan para Tokoh Agama agar bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk berkontribusi mencegah penyebaran virus corona ini.

“Walaupun Lombok Barat masih ada Rumah Sakit Narmada yang nantinya akan menangani pasien khusus covid 19 namun masalahnya petugas Kesehatan kota mataram saat ini kewalahan karena sudah banyak yang kena covid 19,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo menyampaikan bahwa selama beberapa bulan ini sudah berjuang untuk menyadarkan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid 19.

“Penaganan Virus corana dimulai dari diri sendri dan kerja sama dari semua pihak untuk melakukan pencegahan pneyebaran covid 19,” ujarnya.

Terkait dengan covid ini, sebagian besar dan seluruhnya paham dan diharapkan untuk menyampaikannya juga kelingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Terkait dengan hukum sudah dilakukan pemanggilan terhadap beberapa orang yang masih melakukan aktiftas di Masjid, namun sampai saat ini masih tetap ada yang melakukan aktifitas,” katanya.

Menurutnya, pihak Kepolisian tidak melarang masyarakat untuk beribadah, namun yang harus diperhatikan bahwa saat ini masjid berpotensi sebagai penyebaran covid 19.

“Diharapkan kepada Tokoh Agama untuk menyadarkan masyarakat, dan bagi yang tidak mengindahkan, ini berpotensi bisa dipidanakan,” imbuhnya.

Covid 19 sangat berbahaya, dimasa pandemi saat ini ketika anjuran pemerintah tidak diikuti bisa disangkakan sebagai provokator dan bisa dipidakan.

“Dimana yang paling menjadi atensi kuat yaitu mengarah memprovokasi akan ditindak tegas,” ucapnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa, intinya covid ini bisa di cegah penyebarannya, situasi sekarang ini didukung dengan segala kebijakan yang ada, diantaranya bandara dan pelabuhan sudah ditutup.

“Sehingga bisa fokus dalam penaganan di Kabupaten Lombok Barat serta NTB pada umumnya,” katanya.

Ketua DPRD lobar yang intinya menyampaikan bahwa Tokoh Agama merupakan tokoh yang sangat dipercaya masyarakat.

“Diharapkan untuk menghimbu masyarakat menunda sementara sholat jumat untuk mencegah penyebran covid 19,” katanya.

Kasus covid 19 bila dibiarkan sangat berpengaruh kepada Masyarakat, dimana Masyarakat tidak bisa bekerja mapun sekolah.

“Untuk itu, apabila masih ada yang melaksanakan sholat jumat maupun teraweh agar diingatkan sehingga pandemi ini tidak berlarut larut,” sambungnya.

Dandim 1606 Lobar Kolonel Czi Erifjon Kroll mengatakan bahwa saat ini situasi sangat parah yang bisa dikatakan berperang melawan virus tidak kasat mata.

“Komponen masyarakat berperan besar dan tokoh sangat berpengaruh besar bagi masyarakat dalam upaya memberikan himbauan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dari pihak aparat sudah dor to dor ke wilayah wilayah sehingga diharapkan bersama sama Bersatu dalam penangann wabah covid-19.

Hal senada juga disampaikan oleh Satgas Pencegahan Covid-19 sekaligus Ketua FKUB Lobar TGH Subki Sasaki menyampaikan bahwa penyebaran covid 19 ini sngat berbaya.

“Semua sumberdaya sudah digunakan untuk covid ini, diharapkan kesadaran semua pihak untuk menyampaikan kepada masyrakat tentang bahya virus Covid 19,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila terus seperti ini, negara bisa miskin dan saat ini terkait Covid 19 Ini tidak ada yang bisa menjawab kapan berakhir tanpa adanya kesadaran dari masyrakat itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.