Binkam  

Karena Banyaknya Sopir Truck Di KLU, Satlantas Polres Lotara Berencana Membuka Pelayanan SIM B.

Postntb.com – Lombok Utara, suarabumigora.com – Melihat kondisi profesi masyarakat Lombok Utara yang banyak menjadi sopir truk dan kendaraan angkutan umum, Kasat Lantas Polres Lotara, AKP I Made Suyasa berinisiatif membuka pelayanan pembuatan SIM (surat izin mengemudi) jenis B (untuk kendaraan umum dan angkutan berat) di Polres Lotara. Hal ini ia sampaikan pasca mendampingi Kapolres LotaraAKBP Ferry Jaya Satriansyah, pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah Amaq (bapak) Suparlan, Jumat (10/7/2020) di desa Pemenang Timur.
Kasat Lantas yang baru mengawali tugas tiga bulan lalu di KLU ini merasa prihatin lantaran banyak masyarakat KLU yang berprofesi sebagai sopir namun harus mengurus izin mengemudi ke Mataram. Dengan adanya pelayanan di Polres Lotara, maka masyarakat bisa mengakses itu dengan mudah, sehingga harapan ke depannya hal tersebut dapat mengurangi kasus pelanggaran hukum terkait lalu lintas di Lombok Utara.

“Kita sedang mengupayakan ini ke Dirlantas, kasihan masyarakat di sini jauh sekali kalau mau urus SIM khususnya bagi yang berprofesi sebagai sopir kendaraan berat dan angkutan umum,” jelas Suyasa.
Ia menerangkan, pembukaan pelayanan SIM jenis B ini sangat memungkinkan dilakukan di Polres Lombok Utara, pasalnya dengan luas lahan dan tinggal melengkapi beberapa fasilitas Polres Lotara dinilai sangat memadai.
“Lahan kita luas, tinggal ditambahkan beberapa perlengkapan saja, jadi sangat memungkinkan. Saat ini kami sedang memproses persetujuan di Dirlantas Polda NTB,” paparnya.
Mengenai angka Lakalantas (kecelakaan lalu lintas) menurut Suyasa di KLU sendiri menglami tren penurunan, meski tak banyak tetapi angkanya turun. Jika dilihat pada smester pertama 2020 ini terjadi 37 kasus, dan sekarang menjadi 35 kasus.
Meminimalisir hal tersebut, Suyasa dan jajarannya berencana menempatkan rambu-rambu peringatan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Ada beberapa titik yang menurutnya menjadi lokasi rawan dan sering menelan korban, contohnya seperti di tikungan dusun Lekok desa Gondang, Gangga, di titik tersebut perlu ditempatkan rambu peringatan, selain tikungan tajam titik tersebut juga merupakan permukiman padat.
“Rencananya kami akan pasang peringatan di titik-titik rawan, seperti di Lekok misalnya, itu tikungan tajam dan posisinya di permukiman padat, jadi itu perlu diatensi,” ungkapnya.
Menutup wawancaranya, ia memaparkan giat Satlantas Polres Lotara saat ini sedang gencar memberikan sosialisasi dan antisipasi terkait pencegahan covid di tengah masyarakat, terutama mengedukasi pola-pola perilaku hidup bersih. Ia menyatakan jajarannya aktif menggelar patroli bahkan hampir setiap malam di seputaran Lombok Utara. (sat)

Leave a Reply

Your email address will not be published.