Binkam  

Kades Labuan Tereng, Sesalkan Sikap Dinas Sosial Lobar Tentang JPS Lobar Mantab

PostNTB. LOMBOK BARAT – Pemerintah (Pemdes) Desa Labuan Kecamatan Lembar, geram dengan sikap Dinas Sosial Lombok Barat, pasalnya penyaluran JPS Lobar Mantab, di Desa Labuan Tereng tahap pertama tidak ada kejelasan.

Menurut Kepala Desa Labuan Tereng, Humaidi SH. JPS Lobar Mantab, disinyalir ada indikasi ketidak transfaran dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Sebab selama ini Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar belum menerima dari awal.

” Kita tidak ada kejelasan jawaban yang bisa memuaskan dari dinas sosial, Sebab penyaluran JPS Lobar Mantab, sampai saat ini belum ada, padahal di wilayah desa lain sudah tersalurkan.” Ucap Humaidi. Rabo. (17/6/2020).

Kades Labuan Tereng mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan ke dinas sosial, namun keputusan atau jawaban dari dinas sosial masih menunggu.

Yang lebih membingungkan, menurut Humaidi, data warga terdampak covid-19 diwilayah Desa Labuan Tereng, sudah masuk di pertengahan bulan lalu, dengan jumlah penerima sekitar, 347 KK. Ironisnya dinas sosial Lombok Barat, mengaku bahwa penyaluran bantuan tahap pertama bulan kemarin itu adalah merupakan JPS Lobar mantab.

” Ada memang kemarin penyaluran paket sembako, namun itu merupakan bantuan dari anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, dengan jumlah bantuan hanya sekitar 34 paket, bahkan itu di klaim merupakan program JPS Lobar Mantab bahkan ada salah satu pegawai sosial bilang ini titipan dewan bukan JPS Lobar Mantab. Dan sebenarnya harus terpisah.” ujar dia.

Tidak hanya itu, Humaidi juga membeberkan, dengan sistem yang di lakukan pihak dinas sosial tersebut, pasalnya, kejelasan dari dinas sosial, JPS Lobar Mantab akan disalurkan tahap kedua, tentu memicu kecurigaan pihak desa.

” Kita semakin curiga, soalnya kenapa harus disalurkan tahap kedua, Dong tahap pertama mana, kan ini perlu di jelaskan, jangan gabung miliknya dewan sama miliknya pemerintah daerah lombok barat, jika tidak ada kejelasan tentu, saya selaku pihak kepala desa akan laporkan Dinas Sosial ke polisi, ini kan penggelapan larinya,” geramnya.

Tidak hanya Kepala Desa, Farid Hardi Sekertaris BPD Labuan Tereng juga kecewa dengan sikap dinas sosial tersebut, Ini sangat berdampak bagi BLT DD, serta JPS Gemilang serta Bantuan lainnya, sebab pihak desa akan mengacu pada data penerima, dan akan disandingkan dengan penerima bantuan lainnya biar semuanya tercover.

” Memang ini akan menjadi dampak besar terhadap desa, sebab, jika kita bagikan BLT-DD tentu yang tidak dapat BLT DD, JPS Gemilang dan BPNT serta PKH, akan menuntut. Dan sementara data kita masukakan ke JPS Mantab tidak keluar-keluar.” Katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, menepis tudingan tersebut, dirinya menerima data dari Kepala Desa Labuan Tereng, setelah SK tahap pertama JPS Lobar mantab di salurkan.

” Kita menerima data dari kepala desa itu sudah kita tetapkan SK JPS mantab tahap pertama jadi kita tidak bisa salurkan tahap pertama, makanya tentu nanti kita akan salurkan tahap kedua,” katanya.

Ditanya tentang penyaluran paket sembako tahap pertama sebanyak 34 paket tersebut, ia menyebut itu merupakan pemberian dari semua OPD bukan dari Dewan.

” Paket itu kemarin dari OPD, bukan dari dewan,” ucapnya.(ll).

Leave a Reply

Your email address will not be published.