Jelang Puasa, Polisi Merazia Sejumlah Petasan di Lotara

by -23 views

Gangga – Polres Lombok Utara melakukan razia petasan di seluruh pasar tradisional dan area pertokoan  yang tersebar di Lima Kecamatan Kabupaten Lombok Utara, Sabtu, (10/04/2021).

Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH mengungkapkan, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi mejamurnya penjualan petasan dan kembang api memasuki bulan Ramadhan.

“Kepolisian Resor Kabupaten Lombok Utara ( Lotara ) Polda NTB bersama jajaran TNI menggelar razia di sejumlah tempat lokasi penjualan petasan dan kembang api,” ungkapnya.

 

Dikatakan pula bahwa, jajarannya gencar melakukan razia kembang api dan petasan ini, untuk mencegah terjadinya kebakaran maupun korban akibat ledakan yang dihasilkan.

“Petasan dan kembang api seakan menjadi tradisi tahunan, setiap memasuki bulan Ramadhan tidak terkecuali Kabupaten lombok Utara,” pungkasnya.

 

Menurutnya, meski setiap tahunnya dilarang memperjualbelikan barang berbahaya ini, namun tidak menyurutkan para produsen/penjual untuk memasarkan dagangannya.

“Selain berbahaya, suara yang dihasilkan petasan dan kembang api membuat gaduh masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan ramadhan,” kata kapolres saat di temui media di ruang kerjanya.

 

Untuk sementara tidak ada sanksi yang diberikan kepada penjual ataupun pedagang yang menjual petasan, hanya menyita petasan mereka dan mengimbau untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di KLU.

“Diharapkan setelah razia ini dilakukan, pedagang petasan segera menghentikan kegiatan mereka, dan menggantikannya dengan berjualan yang lain,” pungkasnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa, selain  menganggu orang yang sedang menjalankan ibadah saat bulan puasa, mengedarkan petasan juga dapat dampak kepada bahaya ledakan tinggi.

“Akan sangat berbahaya, seperti menimbulkan kebakaran akibat percikan api petasan bahkan yang sangat fatal menimbulkan korban jiwa,” Tutup Kapolres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.