Gilir Gadis 13 Tahun Hingga Hamil, Tiga Pemuda di Lombok Tengah Dibekuk Polisi

by -14 views

Lombok Tengah (NTB) – Aksi bejat Tiga pemuda asal Desa Barabali Kecamatan Batukliang, karena menyetubuhi seorang anak di umur hingga hamil, akhirnya berhasil dibekuk Polisi.

Korban berinisial Mawar, (13), bukan nama sebenarnya, yang masih dibawah umur asal Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah ini, hamil setelah disetubuhi oleh tiga pemuda ini.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana, SIK., mengatakan ketiga pelaku berinisial Yu (31), AH (17) dan KDS (17) diamankan aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) awal bulan Juli kemarin.

“Pelakunya ada tiga, satu sudah dewasa. Sementra dua pelaku lainnya masih dibawah umur, salah satu pelaku berinisial KDS diketahui masih berstatus sebagai pelajar,” ungkapnya Kamis (8/7).

Atas perbuatannya tersebut, ketiganya pun kini terancam hukuman berat hingga kurungan selama 15 tahun.

Korban Mawar disetubuhi oleh para pelaku sekitar bulan Juni lalu, saat itu korban sedang berada dirumah pelaku AH yang diketahui punya hubungan asmara dengan korban.

“Oleh pelaku, korban dirayu dan dijanjikan akan dinikahi, korban yang termakan rayuan kemudian disetubuhi oleh AH,” ucapnya.

Tidak lama berselang, datang dua pelaku lainnya Yu dan KDS yang juga ikut menyetubuhi korban secara bergiliran.

“Korban sendiri disetubuhi sebanyak lima kali, dua kali oleh Yu dan pacarnya AH, serta satu kali oleh KDS,” jelasnya.

Pasca kejadian itu, korban diminta untuk tidak menceritakan perbuatan para pelaku kepada orang lain.

Namun permintaan pelaku untuk menyembunyikan perbuatan mereka terbongkar, karena selang sebulan kemudian, korban diketahui hamil.

“Korban pun menceritakan prihal kehamilan tersebut kepada ibunya, yang selanjutnya memberitahukan ayah korban,” katanya.

Geram anaknya disetubuhi hingga hamil, ayah korban pada 1 Juli kemarin kemudin melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Begitu mendapat laporan aparat kepolisian langsung bergerak mengamankan para pelaku yang disebut oleh korban.

“Ketiga terduga pelaku langsung kita amankan setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban,” sebut Agus.

Atas perbuatannya tersebut ketiga pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Dengan denda maksimal Rp 5 miliar. Dan, pasal 287 KUHP dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

“Kita juga mengamankan belasan alat bukti untuk mendukung proses penyelidikan kasus ini,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.