Binkam  

Dua RS Tangani Pasien Ibu dan Anak Terkonfirmasi Corona, Yang Ditunjuk Pemprov NTB

PostNTB. Mataram Banyaknya anak-anak usia Balita terpapar Covid-19 di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemprov NTB pun lanjut menunjuk dua rumah saki (RS), sebagai tempat penanganan pasien Ibu dan anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu RS Universitas Mataram (Unram) dan RS Bhayangkara Mataram.

Dua RS ini menjadi tempat penanganan awal pasien Ibu dan anak positif Covid-19. Sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Kota Mataram atau RSUP Propinsi NTB yang memiliki penanganan Covid-19 lebih lengkap.

Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs H Lalu Gita Ariadi MSi selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB mengatakan, untuk pasien ibu dan anak, sudah ditunjuk RS Unram dan RS Bhayangkara.

“Dua rumah sakit kita tunjuk untuk menangani pasien Ibu dan Anak terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelum dirujuk ke rumah sakit lain jika gejalanya serius dan membutuhkan penanganan medis Covid-19 yang lebih lengkap,” kata Lalu Gita Ariadi, saat memberikan keterangan pers di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (27/5/2020) lalu.

Soal banyaknya balita dan anak-anak di NTB terpapar Covid-19, Lalu Gita Ariadi mengatakan perlu penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bisa terjadi. Sesuai data di Gugus Tugas Covid-19 NTB, jumlah pasien anak terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 86 orang. Didominasi pasien bayi dan balita. Secara nasional, NTB ada di peringkat nomor dua setelah Jawa Timur, terbanyak jumlah pasien anak terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Mataram, AKBP dr Komang Tresna SpOG MARS dikonfirmasi Jumat (29/5/2020) menjelaskan, pihaknya dan tim rumah sakit telah siap menjadi tempat penanganan pasien Ibu dan anak positif Covid-19.

Sejak awal tiga bulan lalu Covid-19 merebak di NTB, RS Bhayangkara telah merawat ratusan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dengan gejala ringan.

” Kita siap fasilitas, alkes (alat kesehatan), BHP (Bahan Habis Pakai), SDM dan piranti-piranti lunak untuk penanganan medis Covid-19,” jelas dokter Komang Tresna.

Di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkara sudah menangani pasien dengan standar SOP Covid-19.

“Banyak, ratusan. Lengkapnya ada di register,” ungkap dokter Komang Tresna, tentang jumlah pasien positif Covid-19 yang sudah ditangani di RS Bhayangkara.

Adapun fasilitas ruang isolasi dimiliki RS Bhayangkara, dilengkapi dengan tempat tidur masing-masing 16 di Bangsal, dua tempat tidur di Kelas I, 4 di VIP dan dua tempat tidur di VVIP. 30 orang paramedis dan 34 orang dokter disiapkan RS Bhayangkara. Termasuk di dalamnya dokter spesialis anak.

“Kita siap dengan penanganan kasus positif Covid-19 sesuai SOP dan gejala ringan.terutama pasien ibu dan anak. Sebelum pasien dibawa ke rumah sakit rujukan jika ada gejala serius,” ungkap dr Komang Tresna,yang secara berkala 7 hari sampai 10 hari rutin melakukan Rapid Diagnostic Test pada tenaga medisnya.(rd).

Leave a Reply

Your email address will not be published.