Jelang Lebaran Topat Pantai Cemara Sepi, Polisi Perketat Keamanan

by -0 views

PostNTB. Lombok Barat -Perayaan Lebaran Topat tahun ini terasa berbeda dikarenakan adanya wabah COVID -19 yang melanda seluruh dunia. Hal ini juga dirasakan di tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat, misalnya di kawasan wisata Pantai Cemara, Makam Keramat dan Wisata Mangrove yang ada di Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Di setiap pintu masuk wisata ini dilakukan penjagaaan dan pengawasan pengecekan suhu tubuh kepada masyarakat yang akan keluar masuk ke tempat wisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 Di Lombok Barat. Kepala Desa Lembar Selatan, Benny Basuki menyampaikan, terkait pengamanan dan pencegahan Covid-19, pihak desa sejak hari selasa bekerjasama dengan aparat Kepolisian/TNI, Pol PP Dishub, Dinas Kesehatan Lombok barat, menjaga pintu masuk kawasan wisata Pantai Cemare dan sekitarnya.

“ Di Desa Lembar Selatan ini ada 4 Posko penjagaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Covid-19 yaitu Wisata Pantai Cemare, Makam Keramat, Mangrove dan penyeberangan menuju Makam Keramat ini di jaga oleh masing-masing satgas covid-19 yang dibantu dari pihak aparat terkait,” ujarnya.

Kades berharap agar wabah Covid–19 ini cepat berlalu sehingga masyarakat bisa hidup normal seperti biasanya dan tempat-tempat wisata seperti Pantai Cemare bisa berfungsi lagi untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

AKP. Gede Aryadana Selaku Perwira Pengendali Polres Lobar mengatakan, untuk pengamanan di tempat wisata dalam rangka Lebaran Topat ini sudah mulai dilaksanakan sejak hari selasa dan sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di tempat wisata tersebut.

Pihak Kepolisian menurunkan 50 orang personil, dari TNI 10 orang dn Pol PP, Dishub tenaga Kesehatan dari Puskesmas Jambatan Kembar Satgas Covid-19 Desa Lembar Selatan. Mereka juga dibantu oleh masyarakat yang sangat mendukung penjagaaan tempat-tempat wisata di wilayahnya bahkan mereka ikut bergabung dalam pengamanan tersebut. Mereka mengiginkan wilayahnya bebas dari penyebaran Covid-19.

“Dengan kita melaksanakan pemantauan dan pengawasan ini mudah-mudan masyarakat bisa sadar akan bahayanya wabah Covid-19 di tempat wisata ini dan kita bisa memutus rantai penyebarannya ini dan kita ketahui di Lombok Barat ini cukup tinggi,” ujar Gede.(PostNTB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.