Pemdes Cendi Manik Dianggap Tidak Transparan dengan Penggunaan Data Bantuan

by -0 views

 

PostNTB. Lombok Barat – Tak bisa dipungkiri bahwa persebaran virus corona memberikan banyak dampak bagi masyarakat.

Banyak buruh harian hingga karyawan terkena PHK lantaran beberapa perusahaan tak mampu lagi membayar.

Melihat dampak yang demikian besar pemerintah merencanakan beberapa jenis bantuan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat golongan menengah ke bawah.

Di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Lombok Barat NTB salah satunya banyak warga yang mengeluhkan tidak dapat bantuan sama sekali. Hal ini diungkapkan Kepala Dusun Bertong Timur, Lalu Sukri kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Menjelaskan, dirinya sangat kebingungan diantara 113 Kepala Keluarga yang ada di kewilayahannya hanya bisa terkaper sekitar 60% yang mendapat bantuan, Baik dari program, PKH, BPNT, BLT Dana Desa, Serta JPS Gemilang, JPS Lobar dan BLS dari Kemensos RI, semuanya hanya terkafer sekitar 60%.

” Banyak data yang tidak tercover di wilayah dusun, Dan kita di dusun sudah semua berikan datanya,” jelas Lalu Sukri.

Ia menyebut, inisiasi seperti ini merupakan kebijakan dan tanggung jawab pemerintah desa, Dan menjadi persoalan adalah ketika warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan, merupakan warga yang bisa dikatakan mampu.

” Dan menjadi persoalan warga saya ada yang tidak mampu dan seharusnya dapat tetapi mereka tidak dapat sama sekali. Dan ini seharusnya pemerintah desa memberikan kita solusi bukan menyalahi kita selaku kepala dusun, Sebab kita semua sudah data semuanya,” jelasnya.

Lalu Sukri Berharap, agar pemerintah desa maupun kabupaten bersinergi memberikan solusi yang tepat tidak melempar persoalan ini ke jauh. ” Soalnya ini kan kita bukan liat kaya miskinnya, karena semuanya masyarakat saya terdampak corona,” pesimisnya.

Tidak hanya Kepala Dusun Bertong Timur, Haeruin Aminuddin Kadus Sayong Baru juga membenarkan apa yang di ucapkan Lalu Sukri tersebut.

” Tidak hanya kadus Bertong Timur saja yang mengalami demikian, Kita juga mengalami hal yang serupa,” singkatnya.

Secara terpisah Pejabat Sementara Kades Cendi Manik Rahman menyangkal pernyataan Lalu Sukri (Kadus Bertong), selama ini kita selalu koordinasi dengan semua lini termasuk Kepala Dusun Bertong Timur Namun, Kadus tersebut selalu mengindahkan, bahkan diacara rapat mereka sering tidak aktif.

” Kita kan hanya menunggu data dari dusun, dan tidak mungkin pemerintah desa bisa mengcover semua data di wilayah masing-masing karena kita kan keterbatasan anggaran melalui dana desa termasuk BLT Dana Desa,” ujar Rahman.

Rahman juga menjelaskan, terkait tentang pendataan dan masyarakat yang belum terdata dan belum mendapatkan bantuan tersebut, pihaknya akan menunggu keputusan pemerintah pusat mekanismenya seperti apa. Tentu pemerintah desa tidak berani mengambil keputusan.

” Ya kita tunggu saja mungkin ada tambahan nanti, dan saya berharap kepada semua kepala dusun agar semua pro aktif dalam penyampaian informasi kepada pihak desa, jangan hanya ngomong di luar aja dan saat-saat ini kita dengan kepala dusun banyak saling menyalahkan,” ucapnya.

Untuk Desa Cendi Manik sendiri jumlah BLT dana desa tersalurkan minggu kemarin sejumlah, 428. Kepala Keluarga yang tersebar di 17 Dusun, dengan masing-masing mendapatkan sebesar Rp. 600.Ribu perbulan.

” Kita mulai salurkan minggu kemarin dengan alokasi dana desa tahap kedua,” Katanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.